Belajar Linux untuk Pemula


Belajar Linux untuk Pemula

Membahas teknologi open source memang tidak ada matinya, kali ini saya akan membahas mengenai "Belajar Linux: untuk pemula", sesuai dengan apa yang sedang saya pelajari.

Bahasan disini antara lain:
  1. Memilih Distro Linux
  2. Instalasi Distro Linux
  3. Perintah Dasar Linux
  4. Aplikasi Alternatif

1. Memilih Distro Linux 

Apa itu distro? Distro Linux (singkatan dari distribusi Linux) adalah sebutan untuk sistem operasi komputer dan aplikasinya, merupakan keluarga Unix yang menggunakan kernel Linux. Distribusi Linux bisa berupa perangkat lunak bebas dan bisa juga berupa perangkat lunak komersial seperti Red Hat Enterprise, SuSE, dan lain-lain.


Ada banyak distribusi atau distro Linux yang telah muncul. Beberapa bertahan dan menjadi distro besar, bahkan sampai menghasilkan distro turunan, contohnya distro Debian GNU/Linux. Distro ini telah menghasilkan puluhan distro turunan, antara lain Ubuntu, Knoppix, Xandros, DSL, dan sebagainya.
sumber: wikipedia

Dimana kita bisa mendapatkan distro Linux? Kita bisa mendapatkannya pada laman web masing-masing pemilik distro. Selain itu, untuk melihat perkembangan distro Linux, kita bisa melihatnya di distrowatch. Berikut daftar 15 distro teratas versi distrowatch (page hits ranking).

Belajar Linux untuk Pemula - hits distrowatch

Distrowatch melakukan ranking berdasarkan page hits, artinya berdasarkan jumlah kunjungan pada laman masing-masing distro tersebut. Total distro Linux yang ada di distrowatch saat ini adalah sejumlah 306 distro, sebenarnya masih banyak distro-distro lainnya, jika kita mengeksplorasinya lebih lanjut.
Baiklah, selanjutnya tips memilih distro Linus untuk pemula.

Tips memilih distro Linux untuk pemula

Pilihan ini merupakan relatif, artinya Anda akan merasa cocok pada distro Linux setelah Anda mencobanya, untungnya kebanyakan installer Linux menyertakan fitur live, artinya kita bisa mencoba distro tersebut tanpa harus langsung memasangnya.

Sebagai contoh, sewaktu pertama kali bermigrasi menggunakan Linux, Saya sendiri memilih distro mana yang cocok digunakan, berikut koleksi distro Linux yang ada pada hardisk eksternal pribadi Saya.

Belajar Linux untuk Pemula - Tips memilih Distro Linux

Lalu pertanyaannya, distro Linux mana yang cocok untuk pemula?

Memilih distro Linux memang penting dan disesuaikan dengan kebutuhan. Namun saran Saya bagi pemula yang baru pertama kali mengenal Linux atau berniat migrasi ke Linux, berikut beberapa distro yang ramah untuk pemula.

#1. Linux Mint

Linux Mint
Sumber gambar: https://linuxmint.com

Linux Mint merupakan sistem operasi Linux yang berbasis Debian dan Ubuntu, distro ini sangat Saya sarankan untuk pemula, karena tampilannya yang hampir menyerupai Windows, kemudahan serta kelengkapannya menjadikan distro ini siap pakai, artinya setelah melakukan pemasangan, kita tidak perlu melakukan banyak konfigurasi secara manual. Sangat cocok digunakan untuk sehari-hari (daily use). Saya sendiri menggunakan distro ini sebagai priority distro untuk menunjang kebutuhan sehari-hari, baik dalam bekerja, melakukan aktivitas programming, blogging dan lain-lain.

#2. Ubuntu

Linux Ubuntu

Ubuntu merupakan salah satu distribusi Linux yang berbasiskan Debian dan didistribusikan sebagai perangkat lunak bebas. Nama Ubuntu berasal dari filosofi dari Afrika Selatan yang berarti "kemanusiaan kepada sesama". Ubuntu dirancang untuk kepentingan penggunaan pribadi, namun versi server Ubuntu juga tersedia, dan telah dipakai secara luas. Proyek Ubuntu resmi disponsori oleh Canonical Ltd. yang merupakan sebuah perusahaan yang dimiliki oleh pengusaha Afrika Selatan Mark Shuttleworth. Tujuan dari distribusi Linux Ubuntu adalah membawa semangat yang terkandung di dalam filosofi Ubuntu ke dalam dunia perangkat lunak. Ubuntu adalah sistem operasi lengkap berbasis Linux, tersedia secara bebas, dan mempunyai dukungan baik yang berasal dari komunitas maupun tenaga ahli profesional. Sumber: wikipedia.

#3. Zorin OS

Linux - Zorin OS

Zorin OS merupakan distro Linux yang berbasiskan Ubuntu. Bagi Anda yang menginginkan Linux dengan tampilan yang sangat mirip dengan Windows 7, Zorin OS lah pilihan yang tepat! Seperti dikutip dari laman resminya yaitu:
"Zorin OS is an alternative to Windows and macOS, designed to make your computer faster, more powerful and secure."

#4. elementary OS 

Linux - elementary OS

elementary OS merupakan sebuah distro linux berbasiskan Ubuntu. Distro ini menggunakan desktop manager-nya sendiri yang bernama Pantheon dan terintegrasi dengan aplikasi bawaan elementary OS lainnya, seperti Plank (sebuah dock-bar berbasiskan Docky), peramban web Midori, dan Scratch (Teks editor yang sederhana). Bagi Anda yang ingin menggunakan Linux dengan cita rasa tampilan yang menyerupai Mac OS, maka elementary OS lah yang tepat!
Jika Anda baru pertama kali dan bingung ketika akan mengunduh distro ini kata terdapat tulisan "Pay What You Want" dengan jumlah mata uang dollar, tidak perlu khawatir, cukup pilih Custom, dan isikan angka 0 (nol) lalu klik Purchase elementary OS.

#5. Manjaro Linux

Manjaro Linux

Manjaro Linux merupakan distro berbasiskan Archlinux, distro ini dipersembahkan untuk para pemula dan pengguna tingkat lanjutan dalam waktu yang sama. Manjaro menyediakan perkakas antarmuka pengguna dan skrip untuk membuatnya lebih mudah. Seperti yang kita ketahui, Archlinux memang dikhususkan untuk advanced user, sangat tidak cocok untuk pemula, mengingat pemasangannya yang sangat rumit dan serba manual (command line interface). 
Sama seperti Archlinux, konsep distro ini bersifat rolling release, artinya konsep yang sering memberikan pembaruan untuk aplikasi, jadi siapkan koneksi internet yang cukup ya!

Daftar distro diatas merupakan pendapat dan pengalaman Saya pribadi sebagai seorang pemula dalam Linux. Namun pada umumnya, kebanyakan orang hampir sama, yakni merekomendasikan daftar distro Linux tersebut untuk pemula. Pilihan Saya jatuh pada Linux Mint.. So, choose your choice!

Selanjutnya adalah: Instalasi Distro Linux. 

2. Instalasi Distro Linux

Pada tulisan ini, kita ambil contoh instalasi distro Linux Mint, pastikan Anda telah mengunduh iso Linux Mint pada situs web resminya. Setelah mengunduh iso, kita dapat membuat bootable USB dengan beberapa software berikut ini (dengan catatan Anda masih menggunakan Windows):
- UUI (Universal USB Installer)
- Rufus
- UNetbootin

Booting melalui USB dan pilih opsi live session.
Double click Install Linux Mint pada icon yang tersedia di desktop

Linux Mint - installer language

Pilih bahasa > Continue
Koneksi Internet (opsional): pilih pada I don't want to conect, kita akan menginstalnya secara offline.

Ceklis pada pilihan install the multimedia codecs.
Untuk menetukan lokasi instalasi dan membuat partisi, pilih Something Else

Install Linux Mint- Something Else

Membuat partisi swap area dan root (/), besarnya swap ini banyak yang menyarankan 2 kali total RAM, sebagai contoh, jika RAM Anda 4 GB maka buat swap area sebesar 8 GB (opsional). Ceklis opsi format pada partisi root dan pilih Install now.

Partition Linux Mint

Pilih timezone lokasi dan keyboard layout.
Isi informasi pengguna, username dan password sesuai yang Anda inginkan.
Siapkan coffee dan tunggu sampai proses instalasi selesai, biasanya membutuhkan waktu 15-30 menit.

Install finished - Linux Mint

Restart Now.
Proses instalasi Linux Mint selesai.
Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah melakukan update, klik mint menu (start menu) dan ketikan "update manager". Pilih update yang disarankan selanjuntnya pilih Install Update.

update manager Linux Mint

Selanjutnya: Perintah Dasar Linux.

3. Perintah Dasar Linux 

Berikut, beberapa perintah dasar Linux yang harus diketahui.

cp : copy file atau direktori
: cp [OPTION]… SOURCE DEST
Contoh: cp file.txt file_copy.txt
cp sample_copy.txt target_dir

mv : memindahkan/ rename file
: mv [OPTION]… SOURCE DEST
Contoh: mv source.txt target_dir
mv old.txt new.txt

rm ­: menghapus file atau direktori
: rm [OPTION]… FILE…
Contoh: rm file.txt , rm ­-rf some_dir

find : mencari
: find [OPTION] [path] [pattern]
Contoh: find file.txt, find ­name file.txt

history : prints recently used commands
: history

cat : menampilkan file dalam output standar
: cat [OPTION] [FILE]…
Contoh: cat file.txt

echo : menampilkan/ print baris teks
: echo [OPTION] [string] …
Contoh: echo I love linux

mkdir : membuat direktori
: mkdir [OPTION] DIRECTORY…
Contoh: mkdir lhn

ls : melihat daftar (isi) direktori
: ls [OPTION]… [FILE]…
Contoh: ls, l

cd : berpindah direktori
: cd [DIRECTORY]
Contoh: cd ~/

pwd ­- print nama direktori saat ini
: pwd

vim : Vi Improved, a programmers text editor
: vim [OPTION] [file]…
Contoh: vim file.txt

grep ­: menampilkan garis yang sesuai pola
: grep [OPTION] PATTERN [FILE]…
Contoh: grep ­'linux' file.txt

wc ­: (word count) menampilkan jumlah baris, kata dan byte dari file
: wc [OPTION]… [FILE]…
Contoh: wc file.txt
wc ­-l file.txt

sort : sortir/ mengurutkan
: sort [OPTION]… [FILE]…
Contoh: sort file.txt
sort ­r file.txt

tar : membuat arsip file
: tar [OPTION] DEST SOURCE
Contoh: tar ­cvf /home/arsip.tar

kill : mematikan suatu proses
: kill [OPTION] pid
Contoh: kill ­2 1127

ps : menampilkan snapshot proses saat ini
: ps [OPTION]
Contoh: ps, ps ­el

who : mengetahui informasi login
: who [OPTION]
Contoh: who

passwd : memberbarui password
: passwd [OPTION]
Contoh: passwd

su : login as superuser
: su [OPTION] [LOGIN]
Contoh: su rizky, su

chown : mengganti kepemilikan file atau grup
: chown [OPTION]… OWNER[:[GROUP]] FILE…
Contoh: chown rizky file.php

chmod : mengganti file permission
: chmod [OPTION] [MODE] [FILE]
Contoh: chmod +x skrip.sh

zip : mengarsip file
: zip [OPTION] DEST SOURSE
Contoh: zip original.zip original

unzip : mengekstrak file zip
: unzip arsip.zip
Contoh: unzip arsip.zip

ssh : SSH client (remote login program)
“ssh is a program for logging into a remote machine and for executing commands on a remote machine”
: ssh [options] [user]@hostname
Contoh: ssh ­X guest@1.2.3.4.56

locate : mencari
: locate [OPTION]… FILE…
Contoh: locate file.txt

fdisk : tool untuk melihat/ manipulator partisi
Contoh: sudo fdisk ­-l

mount : mount a file system
: mount ­t type device dir
Contoh: mount /dev/sda2 /media/target

umount : unmount file systems
: umount [OPTIONS] dir | device…
Contoh: umount /media/target

df : melihat jumlah  storage
: df [OPTION]… [FILE]…
Contoh: df

reboot : restart system
: reboot [OPTION]
Contoh: reboot

poweroff : shutdown sistem
: poweroff [OPTION]
Contoh: poweroff

sed :­ stream editor untuk menyortir dan transformasi teks
: sed [OPTION] [input­file]…
Contoh: sed ‘s/coba/cobi/g’ file.txt

awk :­ scan pola dan pengolahan teks
Contoh: awk ­ ‘{ print $1 }’ file.txt


Selanjutnya: Aplikasi Alternatif

No comments:

Post a Comment