Kelebihan dan Kekurangan Root Android


Root menurut wikipedia adalah sebuah proses untuk mengizinkan pengguna ponsel pintar (smartphone), tablet, dan piranti lain yang berjalan pada sistem operasi Android untuk mendapatkan kontrol yang lebih tinggi (dikenal dengan "akses root") pada berbagai subsistem Android. Karena Android menggunakan kernel Linux, proses ini memberikan akses ke dalam hak administratif seperti pada Linux atau sistem operasi yang mirip dengan Linux, seperti FreeBSD atau OS X.

Proses root pada Android ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan hak akses yang lebih tinggi atau memberikan keleluasaan kepada penggunanya untuk mengganti aplikasi sistem dan pengaturannya, menjalankan aplikasi khusus, atau menjalankan operasi lainnya yang tidak dapat dilakukan oleh pengguna Android biasa.

Dilansir pada laman kaspersky.com, berikut ini merupakan data statistik 10 negara dengan persentase perangkat Android rooted terbesar, dan Indonesia termasuk salah satunya 😀.


Kelebihan dan kekurangan root android

Tabel data 10 negara dengan persentase perangkat Android rooted terbesar:
No Negara Persentase (%)
1 Equador 11
2 Venezuela 26
3 Ghana 12
4 Algeria 19
5 Nigeria 13
6 Italy 12
7 Moldova 15
8 Nepal 12
9 Bangladesh 13
10 Indonesia 12
Sumber: https://www.kaspersky.com/blog/android-root-faq/17135/

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa 12% pengguna smartphone Android di Indonesia memilih untuk melakukan root pada perangkat Android miliknya. Adapun sumber asli dari mana data tersebut didapat, bisa dilihat pada link di bagian bawah tabel.

Berdasarkan pengalaman dan survey dari rekan-rekan terdekat, terdapat beberapa alasan yang menjadi dasar utama mengapa perlu melakukan root pada perangkat Android. Saya simpulkan ada 3 alasan yang paling dominan yaitu: (1) iklan popup yang sering kali mengganggu kenyamanan (kadang menampilkan gambar tak senonoh), (2) memori penyimpanan yang selalu penuh, (3) memasang custom ROM. Yang paling banyak yaitu poin nomor (1).

Pertanyaannya, apakah dengan melakukan root pada perangkat Android dapat menyelesaikan semua persoalan tersebut? Jawabannya bisa Ya bisa juga Tidak. Karena sudah menjadi hukum dalam kehidupan dimana ada baik pasti ada buruk, Saya sendiri pernah mengalami hal yang tak diinginkan karena terlalu banyak mengganti custom ROM, hmm sampai hard brick dan akhirnya hanya bisa dipakai gantungan kunci 😁. Bukannya menakut-nakuti, toh sampai saat ini Saya pun masih melakukannya, jadi silahkan pikirkan baik-baik. DWYOR "Do With Your Own Risk".

Berikut ini kelebihan dan kekurangan root Android versi wadagizig.

Kelebihan
  • Menghilangkan iklan yang tak wajar dan sering kali mengganggu kenyamanan (kadang menampilkan gambar tak senonoh).
  • Menghapus bloatware, yaitu aplikasi bawaan yang dipasang pada perangkat Android oleh pabrik yang membuat perangkat yang mungkin sebagian besar kita tidak memerlukannya.
  • Memperbanyak ruang bebas pada memori penyimpanan, bahkan melegakannya dengan cara memindahkan ke memori eksternal.
  • Membuat performa perangkat Android lebih responsive.
  • Memasang Custom ROM. Custom ROM yang cukup terkenal misalnya LineageOS, yaitu ROM yang berbasiskan CyanogenMod.
  • Memasang aplikasi-aplikasi penting lainnya misalnya: Titanium Backup, SD Maid, Link2SD dan masih banyak aplikasi lainnya yang memerlukan akses root.
Kekurangan
  • Kerusakan sistem atau hardware (soft brick & hard brick), hal ini biasanya terjadi karena kurang berhati-hati dan juga kurangnya pengetahuan mengenai sistem Android. 
  • Garansi hilang, karena sebagian besar produsen Android tidak mengijinkan penggunanya untuk melakukan root. Jadi, jika mengalami kerusakan atau error pada sistem maupun komponen perangkat itu sendiri, pihak produsen tidak akan bertanggung jawab. So, "Do With Your Own Risk".
  • Permasalahan pembaruan perangkat lunak, setelah melakukan root biasanya pengguna sering mengalami kegagalan dalam melakukan pembaruan OTA (Over The Air).
  • Kemanan perangkat Android itu sendiri, seperti yang dikutip pada lama Kaspersky, dalam kebanyakan kasus, malware mampu memperoleh hak akses superuser dengan memanfaatkan kerentanan pada sistem Android. 
Jadi kesimpulannya, sah-sah saja jika kita melakukan root pada perangkat Android. Di PS sendiri banyak ditemui daftar aplikasi yang memerlukan akses root agar dapat dijalankan. Pemikiran awam Saya tidak mungkin aplikasi tersebut ada di PS tanpa adanya filtering dulu dari yang punya. That's right?

Selama kita menerapkan prinsip kehati-hatian pasti tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Bahkan bagi sebagian orang ada yang mengatakan "Android tanpa root itu bagaikan sayur tanpa garam", hehe. Tapi semua itu kembali pada pengguna masing-masing, karena setiap orang pasti mempunyai pemikiran dan pemahaman yang berbeda-beda, jadi pergunakanlah dengan bijak dan juga sesuai kebutuhan.

Itulah kelebihan dan kekurangan root Android versi wadagizig. Jika ada informasi yang kurang atau mungkin keliru silahkan dikoreksi dan memberikan komentar pada kolom yang telah disediakan 😉.

No comments:

Post a Comment